Pengenalan Awal Dengan Karmel

mt. carmel from plain of jezreel

FAJAR KEHIDUPAN KARMEL

Kehidupan para Karmelit pertama seumpama fajar yang merekah. Matahari pagi yang muncul di balik awan bergerak perlahan-lahan dan memancarkan sinar kemerah-merahan yang indah dan mempersona. Irama hidup dan pertumbuhan karmelit perdana berlangsung dalam gerak yang sama. Kemunculan Karmelit yang perlahan itu lambat laun mekar dan berkembang menebar kesemerbakan yang menakjubkan

Keharuman dan semarak Karmel berawal dari hidup sekelompok pertapa di Palestina sebagai embrionya. Embrio ini perlahan berkembang dan menyebar ke berbagai pelosok dunia. Gunung Karmel adalah “tempat persemaian” yang menumbuhkan kuncup dan tunas. Tunas Karmel adalah bekal semangat hidup nabi Elia sebagai inspiratornya. Semua yang menimba  spiritual Karmel adalah kuncup Karmel, kuncup yang mulai bertunas.

Pengenalan akan panorama Gunung Karmel dan napak tilas pada jejak Karmelit perdana membantu kita untuk lebih mengenal, menghargai dan memelihara warisan maupun cita rasa spiritual yang ditinggalkan para pendahulu kita.

PANORAMA KARMEL

Gunung Karmel termasuk dalam jajaran pegunungan yang membentang sepanjang limabelas mil di perbatasan Palestina yang terletak antara Tirus dan Caesarea. Di sekitar gunung itu terdapat semenanjung Meditarania dengan air biru bening. Di bagian barat,  terdapat kota Atlit yang terletak di tepi pantai. Di balik Gunung Karmel  terdapat pelabuhan modern Haifa dan teluk yang melintasi kota sejarah Acre. Pelabuhan itu saat ini termasuk dalam Negara Israel.

538471439KJGBUP_fs

Gambaran tentang karmel banyak ditemukan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Gunung Karmel selalu dihubungkan dengan kehidupan Nabi Elia dan Nabi Elisa. St.Gregorius dari Nysa menulis : “Elia yang hidup di Gunung Karmel dihormati dan dikenang karena kebajikan serta reputasinya selama di tempat itu.” Di atas Gunung Karmel ini Elia memperlihatkan kebesaran Yahwe dihadapan para dewa baal dan rakyat Israel dengan menurunkan api dari langit. Tanjung yang membentang ke arah laut merupakan bagian pegunungan yang sangat sakral dan tempat sunyi yang ideal. Di Gunung ini Elia meramalkan kehadiran Sang Perawan yang tampak dalam bentuk awan kecil yang memancar dari air yang  biru.

Para pelancong yang pernah berkunjung ke tempat in merasa kagum pada keindahan alamnya, puncaknya yang tinggi dikelilingi pohon oak dan cemara yang besar, udara sejuk dengan kerindangan pohon zaitun dan jeruk, juga musik dari gemercik air di kaki pegunungan. Seluruh lukisan indah  alam ini menampakan keheningan yang tiada bandingnya serta tak mudah dilupakan oleh orang yang pernah merasakan pesonanya yang kudus.

MAKNA KATA KARMEL

Nama Karmel diangkat dari nama gunung di Israel / Palestina yang menjadi tempat lahirnya  Ordo Karmel.

Kata Karmel  sendiri mengandung makna yang beragam. Dari asal usul kata / estimologi,  Karmel berarti Ladang anggur, sayur-sayuran atau sejenisnya, sehingga makna Gunung Karmel bermuaat pengertian tentang kekayaan citra keindahan Allah. Secara mistik Karmel ditafsir sebagai “Anak Domba yang disembelih yang melambagkan semangat pengorbanan. Kata Karmel dalam Bahasa Ibrani berarti bukit yang indah, kebun buah-buahan pilihan, ladang pertanian yang subur.

Dalam Madah Salomo nama Karmel diibaratkan dengan salah satu bagian tubuh manusia: kepalamu bagaikan mahkota laksana Karmel (bdk Kid 7:5). Perumpamaan dalam Kidung Agung ini akan lebih mudah dibayangkan oleh orang yang mengenal geografi Palestina karena dapat membayangkan kekhasan Pegunungan Karmel yang turun ke Haifa seperti hidung seorang gadis, dimana orang Arab menyebutnya dengan anf-en-jebel yang berarti hidung pegunungan. tumbuh-tumbuhan yang lebat di karmel turun dari arah tenggara dilukiskan seperti rambut. Kitab Suci Perjanjian Lama menggambarkan karmel sebagai tempat yang luas dan indah, juga terdapat teks lainya yang memperlihatkan nilai simbolis Karmel.

ASAL USUL KARMELIT

Para Karmelit pertama adalah sekelompok pertapa yang terdiri dari mantan pejuang perang salib, bangsawan dan kafilah baik yang berstatus awam maupun kleus. Mereka bermukim di Gunung Karmel (pertengahan abad ke-12 ±  th 1155). St.Berthold adalah pemimpin pertama dari kelompok ini. Ia mendirikan dua komunitas kecil yang berbatasan dengan Anthiokia. Sekelompok kecil pertapa dikumpulkannya di Gunung karmel dengan menghidupkan kembali semangat nabi Elia. St.Berthold merupakan tokoh yang mengangkat Elia menjadi model hidup bagi pertapa Gunung Karmel. Informasi lebih lanjut tentang St.Berthold tidak begitu jelas, bahkan tanggal kematiannyapun belum dapat dipastikan hanya disebutkan awal tahun 1887 atau pada akhir tahun1198. Pada abadke-16 Berthold diangkat menjadi Santo disusul liturgi untuk mengenang orang kudus ini dimulai pada tahun 1525.

Identitas perorangan Karmelit perdana tidak diketahui dengan jelas, tapi fakta menunjukan bahwa mereka adalah orang Eropa yang datang ke Palestina sebagai peziarah. Mereka merupakan campuran dari para pertapa dan penyair. mereka tinggal di gua-gua dekat kapel yang dirikan oleh Berthold yang terletak dekat gua Elia yang disebut El-Chadr. Semakin lama jumlah mereka semakin banyak sehingga akhirnya mereka mendirikan tempat pertapa dengan ukuran kecil bagi setiap pertapa. Tempat ini diyakini sebagai tempat ziarah suci untuk menjalani doa dan laku tapa seperti Elia yang pernah tinggal dalam kesunyiannya di atas gunung yang tepat terletak di utara Karmel pada lereng yang mengarah ke laut.

Bagi Karmelit perdana Nabi Elia merupakan tokoh penting. Elia diangkat sebagai pendiri karena Karmelit memandangnya sebagai model hidup mereka. Pengangkatan Elia sebagai pendiri legendaris ordo didasari pada alasan yang cukup kuat. Para Karmelit mencari seorang pendiri yang positif dan aktual bagi ordo mereka. Jika para Dominikan memiliki St.Dominikus, para Fransiskan memiliki St.Fransiskus dan para Benediktin memiliki St.Benediktus, maka tentu saja para Karmelit harus memiliki pendiri yang setara dengan Santo-Santobesar tersebut. Namun ordo menghindari pendirian yang melegenda oleh Elia, yang  telah hadir sembilan ratustahun sebelum Yesus. Sehingga dalam Karmel, Elia disebut sebagai DUX et Pater Carmelitarum yang berarti pemimpin atau bapak para Karmelit. Sejak awal para Karmelit memandang Elia sebagai jelmaan Karmelit sejati: Elia- Sang Nabi, Elia – guru keheningan, Elia – Sang Saksi.

Para Karmelit perdana dan penerus-penerusnya selama berabad-abad mengabdikan diri mereka kepada apa yang mereka sebut sebagai Prophetic Vocation atau panggilan kenabian. Karena panggilan kenabian ini, pada tahun 1725, Paus Benediktus XIII mengijinkan para Karmelit untuk mendirikan patung di Basilika St.Petrus  di bawah Kubah Michelangelo beberapa yard dari altar utama Paus. Pada bagian bawah patung dilengkapi dengan prasasti yang bertuliskan : Universus Ordo Carmelitarum Fundatori suo Sancto Eliae Prophetae erexit, MDCCXXVII (Seluruh Ordo Karmel membangun patung ini untuk Nabi Elia, pendirinya, 1727). Patung ini berukuran raksasa dengan pedang di tangannya, lidah api menyala di sekitarnya

eosa_105

 

CORAK HIDUP KARMELIT PERTAMA

Kehidupan para Karmelit pertama terkesan tanpa organisasi yang jelas. Mereka hidup sebagai pertapa yang tersebar di perbukitan wilayah El-Cadr. Mereka berkumpul hanya untuk merayakan Ekaristi dalam beberapa buah kapel kecil. Setelah kematian Berthold, tugas  kepemimpinan dilanjutkan oleh Brocardus, ia bertanggung jawab atas penyebar luasan ordo ke seluruh tanah suci. Pada masa kepemimpinan Brocardus, komunitas pertama yang menempati sel-sel terpisah terus bertambah jumlahnya. Pertambahan jumlah anggota mendorong Brocardus menyediakan kapel dengan ukuran yang lebih besar. Karena itu ia memindahkan pusat komunitas dari Gua Elia ke Sumber Elia, yang menjadi tempat penting dalam sejarah ordo. Brocardus juga mengutus para pertapa dari Gunung Karmel untuk membangun komunitas-komunitas lain. Pergolakan politik di Palestina mendorong para pertapa Gunung Karmel menyebar ke Eropa seperti Sisilia, Perancis dan Inggris. Di tempat itu mereka membangun biara dan melanjutkan laku tapa sekaligus melayani umat. Kelompok ini juga disebut sebagai Saudara-Saudara dari Gunung Karmel, yang telah memiliki status ordo dari Kepausan.

.Brocardus's Capel

 

PERKEMBANGAN KARMELIT

Perkembangan yang sangat berarti dalam sejarah awal ordo ditandai oleh pendirian sebuah kapel dengan pelindungnya Bunda Maria. Sejak awal para pertapa di Gunung Karmel berdevosi pada Maria, ibu Yesus. Para Karmelit pada abad ke-VIII mengangkat kehidupan Maria sebagai bagian yang tak terpisahkan dari panggilan kenabian Kristiani.

Sejak awal berdirinya Ordo Karmel tidak memiliki atauran yang baku, tetapi lebih pada aturan atau format hidup yang unik. Aturan itu disebut sebagai aturan asli St.Albertus dari Yerusalem yang diberikan kepada sekelompok pertapa yang tinggal di Gunung Karmel pada tahun 1209. Aturan ini ditulis dengan sangat singkat dan sederhana yang berpedoman pada Kitab Suci. Aturan ini menggambarkan suatu cara hidup yang berdasar pada Injil Yesus Kristus dan pokok-pokok spiritualitas Karmel yaitu :

  1. Hidup dalam kesetian kepada Yesus Kristus
  2. Setia merenungkan Sabda Tuhan
  3. Menyediakan waktu untuk bacaan rohani
  4. Melibatkan diri dalam Liturgi Gereja, baik Ekaristi maupun Ibadat Harian.
  5. Memberikan perhatian pada kebutuhan dan kebaikan sesama dalam komunitas
  6. Memperkuat diri dengan mempraktekkan keutamaan-keutamaan Kristiani yaitu Iman, Harapan dan Kasih

SIMPATISAN KARMEL

Jejak pengembaraan di seputar panorama karmel, makna kata Karmel, pencarian asal usul dan corak hidup Karmelit pertama, menandai dimulainya lembaran awal keterlibatan simpatisan Karmel. Napak tilas yang telah dilakukan ini, merupakan bentuk tanggapan atas jasa dan pengorbanan para Karmelit perdana yang dimotori Nabi Elia sebagai inspiratornya. Semoga Fajar Karmel terus merekah, menebarkan semerbak keagungan Allah yang bertahta di singgasana jiwa setiap insan.

 

 Karmel

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: