Lambang Karmel OCD

ocdste

Simbol ini bercerita tentang perjalanan sejarah yang pernah dilalui Ordo Karmel.

Karmelit awal adalah sekelompok pertapa yang terdiri dari mantan pejuang perang salib, bangsawan dan kafilah yang berstatus awam maupun kleus yang bermukim di Gunung Karmel sekitar  tahun 1155 abad ke-12. Gunung Karmel dari dulu hingga kini masih menjadi tempat ziarah serta  lambang dalam kehidupan doa dan kontemplasi.

Ordo meletakkan simbol gunung berwarna coklat di atas areal latar belakang putih, memiliki makna keagungan nama Karmel sebagai kharisma Ordo  yang senantiasa merindukan serta memperjuangkan persatuan dengan Allah melalui hidup doa dan kontemplasi yang sudah dimulai sejak Karmelit awal berada.

Gunung diletakkan di atas tameng yang melambangkan baju ziarah keadilan, hal ini bermakna Ordo dalam perziarahannya senantiasa berlandaskan keadilan.

Di atas terdapat simbol tangan menggenggam pedang bernyala atau pedang Roh yaitu Sabda Allah. Simbol ini bermakna bahwa Ordo digerakkan oleh semangat Kenabian Elia sebagai inspirator yang kuat menggenggam  komitmen pada Allah. Hal ini diperkuat dari tulisan pada liukkan pita yang diambil dari perkataan Nabi Elia  “Zelo Zelatus Sum, Pro Domino Deo Exercituum” yang berarti : “Aku Bekerja Segiat-giatnya, Bagi Tuhan, Allah Semesta Alam” (1Raja 19:9).

Simbol didominasi oleh warna coklat, warna yang melambangkan Bunda Maria  yang memberikan skapulir coklat sebagai Bunda Karmel, serta Nabi Elia yang menjatuhkan mantol kepada Eliza sebagai Bapak Karmel.

Tiga buah bintang adalah lambang dari tiga zaman yang telah dilalui Ordo Karmel serta menunjukkan tiga tradisi rohani yang diwariskan.

Bintang yang terletak di bawah, berwarna perak adalah menggambarkan tradisi dan warisan rohani Maria, bintang Laut. Dua bintang yang di atas berwarna emas. Bintang bagian kanan melambangkan tradisi eremik atau pertapa, dan bintang bagian kiri menghadirkan tradisi serta pribadi Elia dan Elisa.

Tiga bintang juga melambangkan tiga jaman sejarah kehidupan Karmel, yaitu : zaman para nabi dari masa Nabi Elia sampai Yohanes Pembabtis, kemudian zaman Yunani yaitu saat Ordo mulai menyebar ke timur dan barat, atau dari zaman Yohanes Pembabtis sampai Berthold,  kemudian zaman Berthold sampai sekarang.

Mahkota yang dikeliling  dua belas bintang melambangkan Keagungan Maria Ratu para Rasul dan Ratu Karmel.

Gambar Salib diatas puncak gunung, baru kemudian ditambahkan oleh Yohanes Salib pada abad-16 sebagai ciri khas Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD). Salib merupakan perisai yang menyatukan berbagai unsur dan warisan rohani Ordo Karmel. Dalam Salib Kristus semua unsur dan tradisi serta warisan rohani Karmel mendapat makna dan kepenuhan dalam ziarah menuju Puncak Karmel Abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: