Skapulir Coklat

     brown_scapular

            SEJARAH SKAPULIR
            Kata Skapulir berasal dari bahasa Latin ” scapule ” yang berarti “
            bahu “, bentuk perkembangan dari sejenis celemek yang dipakai
            sebagai bagian busana agama, dikenakan oleh para rahib pada saat
            bekerja.

            RAHIB PEKERJA
            Skapulir pertama berbentuk secarik kain kecil, dengan kelebaran
            kurang dari dua puluh inci, dan terbuka pada bagian kepala,
            digantungkan di atas bahu rahib, untuk menutup bagian depan dan
            belakang dari pakaian rahibnya ( habit ). Jubah yang menyerupai
            celemek ini merupakan kelengkapan standar bagi seorang rahib
            Benediktin, seperti dijelaskan dalam Peraturan Santo Benediktus,
            tatacara biara abad keenam belas, dikaitkan dengan Benedictus dari
            Nursia, uskup biara di Latin West. Kemudian skapulir juga digunakan
            oleh ordo religius lain, seperti Dominikan dan Karmelit.

            HABIT – DALAM BENTUK KECIL
            Skapulir diperkenalkan kepada kaum awam yang setia pada abad ketiga
            belas dengan pembentukan serikat biarawan ( bruder ) dan ordo ketiga
            penebusan dosa, sekelompok kaum awam yang mengikatkan diri dengan
            ordo rahib religius, dengan meneladani semangat ordo lewat praktek
            doa dan kemiskinan. Sebagai bukti keikutsertaan orang-orang ini pada
            ordo, muncul kebiasaan untuk memberikan sebuah skapulir dalam warna
            serupa dengan habit religius kepada awam yang bersangkutan oleh
            rahib, untuk menandakan pakaian yang dikenakan oleh ordo. Dalam
            Ensiklopedi Katolik Baru dijelaskan,

            Skapulir dan aksesori lain yang merupakan bagian dari habit, membuat
            si pemakai selalu ingat apa yang dilambangkan oleh ordonya, baik
            yang menyangkut idealnya, tradisinya serta kehidupan kudus yang
            telah dicapai oleh banyak orang telah mengenakan seragam serupa.
            Sebagai bagian dari seragam, skapulir juga menunjukan ikatan khusus
            karitas ( kasih sayang ), yang menyatukan semua pemakai atau yang
            telah mengenakan skapulir itu.

            Walau demikian, skapulir simbolik ini berbeda dalam bentuk, dengan
            jubah pada abad-abad pertama. Skapulir biasanya terdiri dari dua
            potong kain yang dihubungkan dengan tali atau pita di atas bahu
            pemakainya, sepotong kain dikenakan di atas dada, yang lain di
            bagian punggungnya.

            SKAPULIR KECIL
            Pada abad keenam belas skapulir diperkecil, setelah kaum awam mulai
            mengenakan ” skapulir kecil “. Skapulir ini terdiri dari dua potong
            kain yang tidak lebih besar dari empat persegi panjang selebar 2
            inci, dikenakan oleh para anggota ordo ketiga, tetapi juga kaum awam
            yang berpartisipasi dalam doa dan praktek ordo tertentu, namun tidak
            mematuhi peraturan ordo ketiga atau serikat biarawan( bruder ).
            Lebih lanjut Ensiklopedi Baru Katolik menjelaskan,

            Skapulir kecil diberikan kepada anggota ordo ketiga atau oblat, dan
            menjadi tanda penerimaan mereka dalam persaudaraan dengan para
            religius suatu ordo, dimaksudkan untuk mendorong partisipasi dalam
            doa, kegiatan dan semangat ordo. Di samping itu, skapulir merupakan
            ikrar atau kesetiaan partisipasi seseorang dalam penilaian ordo.

            Berbeda dengan skapulir ordo ketiga, yang biasanya biasa dan
            sederhana, skapulir kecil seringkali dihias dengan bordiran gambar
            Maria, orang kudus atau obyek devosi khusus. Dari sini potongan kain
            mewakili berbagai ordo kebiaran dan serikat biarawan ( bruder )
            sebagai jenis lambang.

            SKAPULIR COKLAT
            Skapulir Bunda Karmel atau Skapulir Coklat adalah yang pertama
            bertanggungjawab atas hak tertentu menyangkut manfaat rohani yang
            diperoleh lewat penggunaan skapulir. Penyebabnya muncul pada 1251,
            ketika menurut Legenda Karmelit .. Santa Perawan Maria menampakan
            diri kepada Santo Simon Stock, dari ordo Karmelit di Aylesford,
            Kent, Inggris. Dalam penampakan itu, Maria menunjukan kepadanya
            skapulir coklat , dan menyatakan bahwa siapapun yang memakainya
            dengan penuh hormat, akan mendapatkan penyelamatan kekal. Maria
            menjadikan skapulir ini tanda perlindungannya.
            Meskipun demikian, janji yang diberikan kepada skapulir menunjukan
            sejumlah masalah teologis, oleh karenanya harus dipahami sesuai
            dengan ajaran Gereja, menyangkut ketidakpastian penyelamatan.
            Sebagai medali religius, adalah suatu hal yang keliru menberikan
            kegunaan magis terhadap skapulir itu sendiri. Skapulir hanyalah
            saluran rahmat sejauh memberikan pengaruh dari sakramen. Skapulir
            adalah perlambang yang mengingatkan orang untuk percaya kepada
            imannya. Hal ini dijelaskan dalam pamflet Skapulir dari Bunda Karmel
            yang diterbitkan oleh Tempat Suci Nasional Bunda Karmel,

            Skapulir Karmelit bukanlah benda magis yang akan melindungi saudara,
            bukan pula jaminan penyelamatan otomatis atau dalih untuk tidak
            menjalani kehidupan Kristiani. Skapulir adalah tanda iman dan
            tanggung jawab Kristiani. Ia menunjukan pembaruan harapan untuk
            bertemu dengan Tuhan dalam kehidupan kekal, dengan bantuan,
            perlindungan dan perantaraan Maria.

            TEOLOGI SKAPULIR
            Di antara makna-makna perlambang yang dikaitkan dengan skapulir
            adalah kuk Kristus.

            KUK KRISTUS
            Karena dikenakan pertama kali sebagai bagian dari jubah religius
            selama bekerja, skapulir diduga merupakan sejenis salib yang dibawa
            di atas bahu Yesus. Mengenakan skapulir berarti mengikuti Kristus
            dan memanggul salibNya. Kebiasaan ini kemudian menjadi perlambang
            kehidupan pertapaan dan penebusan dosa serta kemiskinan.

            SEMANGAT ORDO
            Skapulir seperti telah disebutkan di atas, juga mulai melambangkan
            semangat khusus dari ordo religius yang diwakilinya. Sebagai contoh,
            Skapulir Coklat melambangkan pengabdian khusus dari pada biarawan
            karmelit kepada Santa Perawan Maria dan mengungkapkan kepercayaan
            Ordo kapeda perlindungan Bunda. Skapulir dari Bunda Karmel menjadi
            perlambang Maria. Hingga hari ini skapulir tersebut menunjukan
            keinginan dari mereka yang mengenakannya untuk menjadi seperti Maria
            dalam tanggung jawabnya terhadap Kristus dan kepada sesama.

            SKAPULIR COKLAT DAN MAKNA SPIRITUALNYA
            Skapulir coklat berasal dari tradisi Ordo Karmelit yang dianggap
            sebagai tanda perlindungan Bunda Maria. Makna spiritual yang telah
            berusia berabad-abad ini disetujui oleh Gereja :
            1. Skapulir coklat adalah perlambang cinta keibuan Maria kepada
            kita.
            2. Skapulir coklat digunakan untuk menunjukan tanggungjawab dalam
            mengikuti Yesus, seperi yang dilakukan oleh Bunda Maria. Ia adalah
            teladan sempurna dari semua murid Yesus.
            3. Skapulir coklat mengantar kita pada keluarga Karmel, komunitas
            religius pria dan wanita, yang telah ada dalam tubuh Gereja selama
            lebih dari delapan abad. Skapulir menghubungkan kita pada
            spiritualitas kontemplatif dan kerasulan Karmelit, dan mengajak kita
            untuk menjalani cita-cita dari keluarga religius ini, yaitu
            keintiman persahabatan dengan Tuhan dalam doa.
            4. Skapulir coklat mengingatkan kita pada teladan para kudus dari
            Karmel, dengan mereka kita menjalin hubungan erat sebagai sesama
            saudara wanita atau pria dalam Kristus.
            5. Skapulir cokalt adalah ekspresi kepercayaan bahwa kita akan
            bertemu Tuhan dalam kehidupoan kekal, dengan dibantu perantaraan dan
            doa Bunda Maria.

            SKAPULIR DEWASA INI
            Kendati pengunaan skapulir terutama Skapulir Coklat dalam devosi
            tidak sepopuler sebelum Konsili Vatikan II, hingga hari ini skapulir
            masih dikenal sebagai benda resmi yang berkaitan dengan upacara
            suci. Selanjutnya menurut Konstitusi Liturgi Kudus, skapulir dan
            benda-benda yang berkaitan dengan upacara suci adalah “tanda suci
            yang menunjukan pengaruh yang diperoleh lewat perantaar Gereja” (
            Konstitusi Liturgi Kudus, no.60 ).
            Terdapat hampir dua puluh skapulir yang digunakan untuk devosi. Yang
            paling populer adalah Skapulir Coklat, Skapulir Tritunggal yang
            Mahakudus, Skapulir Ratu Tujuh Kedukaan, Skapulir Kesengsaraan, dan
            Skapulir Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda.

            PENERIMAAN SKAPULIR
            Seperti medali religius skapulir diberikan untuk dikenakan dalam
            upacara pelantikan atau pendaftaran. Bila seseorang mengenakan
            skapulir, ia dapat menggantikannya dengan medali skapulir, asalkan
            medali itu menggambarkan Hati Kudus di salah satu sisinya, dan Bunda
            Maria di sisi lain.

            Dari buku Devosi Umat Katolik
            oleh Therese Johnson Borcha

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: